Home General News Jobstreet Akui Data Penggunanya Dibobol
Jobstreet Akui Data Penggunanya Dibobol

Mengutip Stuff.tv, Rabu (1/11/2017), Jobstreet tidak menyebutkan berapa banyak akun yang terdampak pembobolan data tersebut.

Disebutkan, sebagai langkah keamanan, Jobstreet telah melakukan reset password seluruh akun pengguna pada Januari 2017. Sejak saat itu, akun pengguna tidak bisa diakses oleh hacker dengan menggunakan sandi yang lama.

Sekadar informasi, bagi pemilik akun Jobstreet yang terdampak pembobolan, beberapa data penting, seperti alamat email, nomor telepon, hingga alamat tempat tinggal mungkin telah tersebar di dark web. Suka atau tidak, kemungkinan besar data pengguna Jobstreet yang telah bocor tengah diperjualbelikan.

Oleh karenanya, jika kamu merupakan salah satu pemilik akun Jobstreet yang mendapatkan telepon atau pesan dari nomor tak dikenal, segeralah berganti password demi keamanan.

Kepada penggunanya, Jobstreet juga telah mengirimkan pemberitahuan melalui email. Isinya, berdasarkan investigasi Jobstreet, pengguna yang datanya dibobol adalah yang membuat akun sebelum Juli 2012.

"Saat Anda memercayakan data pribadi kepada kami, Anda selayaknya berharap agar informasi tersebut tetap aman. Tim kami terus berupaya agar informasi Anda di Jobstreet.com aman. Kami telah melakukan reset password pada Januari 2017 dan itu membuat akun Anda tetap aman," kata CEO Jobstreet Suresh Thiru dalam email kepada penggunanya.

(Tin/Cas)


SUMBER

Agustin Setyo Wardani

Liputan6Tekno

Dalam keterangan persnya, Senin (29/2/2016), pakar keamanan cyber Pratama Persadha menjelaskan bahwa sudah seharusnya pemerintah bersikap tegas. Menurutnya selama ini layanan over the top tak menghiraukan aturan hukum dan norma susila di Tanah Air.

“Maksud pemerintah ini bagus, kalau jelas bentuk badan usahanya di Tanah Air jadi jelas mereka harus patuh aturan hukum dan norma susila di Indonesia. Selain itu, mereka wajib bayar pajak seperti bentuk usaha di Tanah Air lainnya,” jelas Pratama.

Memang layanan OTT seperti Facebook banyak menimbulkan kecemburuan. Setidaknya dalam sebulan Facebook bisa meraup lebih dari Rp500 miliar, tanpa membayar pajak. Namun di luar masalah pajak, masalah keamanan dalam negeri juga sangat penting untuk diperhatikan.

“Konten media sosial dan layanan OTT ini juga harus diperhatikan. Jangan sampai berlawanan dengan hukum dan norma susila di sini. Misalnya pornografi dan juga konten LGBT yang sedang ramai di Tanah Air,” terang chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) ini.

Tumblr bahkan sudah mendapat peringatan untuk segera diblokir oleh pemerintah, karena banyaknya konten pornografi di sana. Masyarakat juga sedang diramaikan oleh kebijakan Facebook yang menghapus tulisan yang menentang LGBT bahkan Menhan Ryamizard Ryacudu sampai angkat bicara tentang bahaya LGBT.

“Kesulitan pemerintah menertibkan konten ini salah satunya juga karena adanya ratusan provider internet di Indonesia sehingga imbauan untuk memblokir konten tidak serta merta bisa langsung efektif,” terangnya.

 


DAILY CARTOON click to enlarge
ANDERTOONS.COM TECHNOLOGY CARTOONS